Jumat, 06 September 2019

INTERPRETASI HASIL ANALISA GAS DARAH (AGD)


Analisa gas darah (AGD) merupakan pemeriksaan laboratorium yang sangat penting untuk mengukur kadar oksigen, karbondioksida, dan tingkat asam basa (pH) di dalam darah. Hasil ini mempunyai tujuan untuk mengetahui status oksigenasi pasien, status keseimbangan asam bas, fungsi paru dan status metabolisme pasien. Sampel untuk pemeriksaan analisa gas darah adalah darah arteri yang diambil dari arteri brachialisarteri radialis atau arteri femoralis

Analisa gas darah umumnya dilakukan untuk :
  1. Memeriksa fungsi organ paru yang menjadi tempat sel darah merah mengalirkan oksigen dan karbon dioksida dari dan ke seluruh tubuh. 
  2. Memeriksa kondisi organ jantung dan ginjal, serta gejala yang disebabkan oleh gangguan distribusi oksigen, karbon dioksida atau kesimbangan pH di dalam darah. 
  3. Pada pasien penurunan kesadaran, gagal nafas, gangguan metabolik berat. 
  4. Tes ini juga dilakukan pada pasien yang sedang menggunakan alat bantu napas untuk memonitor efektivitasnya. 
Sebelum kita membaca hasil nilai dari pemeriksaan AGD, terlebih dahulu kita harus mengetahui nilai normal.

Rentang nilai normal :
  • pH : 7,35 - 7,45
  • TCO2 : 23 -27 mmol/L
  • PCO2 : 35 - 45 mmHg
  • BE : 0 ± 2 mEq/L
  • PO2 : 80 - 100 mmHg
  • saturasi O2 : 95% / lebih
  • HCO3 : 22 - 26 mEq/L
Untuk melihat hasil nya kita hanya perlu melihat 3 indikator yaitu pH, PCO2 dan HCO3. Jika nilai pH turun maka asidosis, jika nilai pH naik maka alkalosis. Setelah kita mengetahui nilai pH, selanjutnya kita lihat pada nilai PCO2 (respiratorik) dan HCO3 (metabolik).

PCO2 menunjukkan adanya masalah pada pernapasan, jika nilai PCO2 turun maka alkalosis, jika nilai PCO2 naik maka asidosis. Sedangkan HCO3 menunjukkan  adanya masalah metabolik/ketoasidosis, jika nilai HCO3 turun maka asidosis, jika nilai HCO3 naik maka alkalosis

Untuk memudahkan kita bisa menggunakan rumus ROME :
Respiratorik 
Opposite
Methabolic 
Equal

Contoh 1 :
  1. pH = 7,28; PCO2 = 28,8; HCO3 = 11mEq/L
Uraian :
pH=7,28 artinya turun (asidosis).
PCO2=28,8 artinya turun (alkalosis respiratorik)
HCO3=11 artinya turun (asidosis metabolik)

Jika dikaitkan dengan rumus ROME artinya masalahnya adalah metabolik, karena menunjukkan hasil yang sejajar antara pH (turun) dengan HCO3 (turun) dan tidak ada yang berbanding terbalik. jadi dapat disimpulkan bahwa hasilnya adalah asidosis metabolik kompensasi sebagian alkalosis respiratorik

Darimana kita tahu bahwa hasil tersebut terkompensasi penuh, sebagian atau belum terkompensasi. Lihat tabel dibawah ini :

pH
PCO2
HCO3
INTERPRETASI

Turun
Turun
Normal

Normal
Turun
Turun

Turun
Turun
Turun
Asidosis Metabolik
- Belum kompensasi
- Kompensasi Sebagian
- Kompensasi penuh

Turun
Turun
Normal

Naik
Naik
Naik

Normal
Naik
Naik
Asidosis Respiratorik
- Belum kompensasi
- Kompensasi sebagian
- Kompensasi Penuh

Naik
Naik
Normal

Normal
Naik
Naik

Naik
Naik
Naik
Alkalosis Metabolik
- Belum kompensasi
- Kompensasi sebagian
- Kompensasi penuh

Naik
Naik
Normal

Turun
Turun
Turun

Normal
Turun
Turun
Alkalosis Respiratorik
- Belum kompensasi
- Kompensasi sebagian
- Kompensasi Penuh
Turun
Naik
Naik
Turun
Turun
Naik
- Mix asidosis
- Mix alkalosis

Contoh 2 :

pH = 7,31
PCO2 = 43
HCO3 = 21

Uraian :

pH turun (asidosis)
PCO2 normal
HCO3 turun (asidosis)
Karena nilai pH dan HCO3 menunjukkan asidosis, jadi mekanisme utamanya adalah asidosis metabolik. Dan karena nilai PCO2 nya normal jadi tidak ada indikasi sistem respiratorik yang terkompensasi

Contoh 3 :

pH = 7,32
PCO2 = 24
HCO3 = 12

Uraian :

pH turun (asidosis)
PCO2 turun (alkalosis)
HCO3 turun (asidosis)
Karena nilah pH dan HCO3 menunjukkan asidosis, jadi mekanisme utamanya adalah asidosis metabolik. Dan karena nilai PCO2 turun yang artinya menunjukkan alkalosis maka terjadi kompensasi, lalu lihat nilai pH nya, karena di soal nilai pH abnormal maka kompensasi sebagian. dapat disimpulkan bahwa masalahnya adalah asidosis metabolik terkompensasi sebagian oleh alkalosis respiratorik.

Untuk memudahkan memahaminya, penulis merangkum nya menjadi :

  1. pH normal, PCO2 dan HCO3 abnormal = kompensasi penuh.
  2. pH abnormal, PCO2 dan HCO3 abnormal = kompensasi sebagian.
  3. pH abnormal, antara PCO2 dan HCO3 terdapat yang normal = belum terkompensasi.
  4. pH abnormal, PCO2 dan HCO3 abnormal (berbanding terbalik) = mix asidosis/alkalosis

Selamat berlatih dan semoga bermanfaat :)
Terima Kasih

Sumber :
Mairina, SKM, M.Biomed & dr. Ruhaya Fitrina, SpS. (2018). “Kementrian Kesehatan RI”. Jakarta. Diakses dari http://www.yankes.kemkes.go.id/read-pemeriksaan-analisa-gas-darah-5708.html 

Manokharan, P. (2017). “ANALISIS GAS DARAH DAN APLIKASINYA DI KLINIK”. Bali: Universitas Udayana. Diakses dari https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/ff76a052cc9d611d598a2b4380afb62c.pdf  

Afifah, Efy. “PEMERIKSAAN ASTRUP/ANALISA GAS DARAH”. Depok: FIK Universitas Indonesia. Diakses dari http://staff.ui.ac.id/system/files/users/afifah/material/agd.pdf




1 komentar:

Mateusz DomaƄski mengatakan...

Bardzo ciekawy wpis. Pozdrawiam serdecznie.